DPRD Kaltim Kritik Soal Antrian BBM, Memi : Kota Minyak, Jadi Kota Antrian

Dok. Memi Mariani Anggota DPRD Kaltim/ist/jejakdm.com.

JEJAKDM.COM, SAMARINDA. Anggota DPRD Kaltim Mimi Mariani mengungkapkan bahwa sejak lama Balikpapan dikenal dan disebut kota minyak, dan kini sebagaimana diketahui sejak beberapa tahun belakangan ini, Balikpapan jadi kota antre minyak.

“Kami wakil rakyat sangat berharap Pak Pj Gubernur Kaltim dapat kiranya mengubah keadaan, yanga mana antre minyak yang kian panjang antrian dan terjadi banyak kota di Kaltim,” kata anggota DPRD Kaltim dari Dapil Balikpapan, Selasa (28/11/2023).

Menurut Mimi, ungkapnya mendengar suara rakyat dan rakyat mengeluhkan ke PT Pertamina soal kesulitan rakyat mendapatkan BBM Subsidi (Pertalite dan Bio Solar) hampir di seluruh SPBU, hingga saat ini belum menghasilkan sebuah solusi baru.

“Kami berharap Pak Pj Gubernur bisa mengatasi masalah ini, agar keluhan masyarakat tentang BBM ini dapat kembali normal” ungkap memi.

Menanggapi permintaan Mimi, Penjabat Gubernur Kaltim, Akmal Malik mengatakan, untuk urusan antre BBM Subsidi, dirinya sudah memanggil dan bicara dengan GM PT Pertamina Patra Niaga Balikpapan.

Penyebab panjangnya antrean BBM Subsidi sudah ditemukan, beberapa hal yakni ada oknum yang menyimpangkan BBM Subsidi, adanya temuan tersebut selisih harga antara BBM Subsidi dengan BBM Non Subsidi, selain hal tersebut , juga adanya kelalaian yang menimbulkan ketidakcermatan Pertamina pada tahun 2022 dalam memperkirakan kebutuhan BBM Subsidi di Kaltim pada tahun 2023.


Menurut Akmal, dia bersama GM Pertamina Parta Niaga, sudah sepakat untuk sama-sama menemui pejabat di institusi yang berkaitan dengan menetapkan kuota BBM di Jakarta, bahwa untuk tahun 2024 kuota BBM Kaltim perlu ditambah dengan memperhitungkan adanya peningkatan aktivitas pembangunan di IKN dan meningkatnya aktivitas masyarakat.

“Hal yang terkendala saat ini, yakni kami ingin melakukan pertemuan dengan pejabat penentu kuota BBM di Jakarta, namun belum dapat terlaksana, karena saat saya berada di Jakarta pada minggu lalu, pejabat yang hendak ditemui sedang tidak berada di Jakarta,” kata Akmal yang masih aktif sebagai Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri.

“Saya akan mengusahakan terus, kuota BBM bagi Kaltim tahun 2024 ditambah dengan hitungan-hitungan baru agar tak ada lagi antrean di SPBU pada tahun depan,” tutupnya.

Adv/DPRD Kaltim

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *