Menjaga Kelestarian Pariwisata Berau, Perlu Kerjasama Masyarakat Setempat

Jejakdm.com, SAMARINDA- Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) M Udin menyoroti perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten Berau. Pemberdayaan masyarakat merupakan tiang utama peningkatan kualitas warga lokal dalam mengelola destinasi alamnya.

Pariwisata merupakan kegiatan perjalanan yang kerap dinantikan seseorang atau kelompok, guna mengunjungi tempat-tempat tertentu yang memiliki daya tarik akan keunikannya.

Tak ketinggalan, destinasi wisata di Berau dinilai cukup berpotensi untuk dijadikan objek pariwisata. Pasalnya, berbagai destinasi wisata yang ada kerap menjadi pilihan para pengunjung, seperti Pulau Derawan, Pulau Maratua, Pulau Kakaban, Pulau Sangalaki, Danau Labuan Cermin, Hutan Mangrove Teluk Sulaiman, dan lainnya.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim M Udin, pun menyoroti hal tersebut. Menurutnya, program pariwisata di Berau tidak akan mensejahterakan warga lokal, jika pihaknya tidak dilibatkan.

“Sebenarnya perlu dibuatkan regulasi jika ada pengunjung dari Tarakan menuju Berau, tetap dipandu oleh orang lokal, sehingga hal itu bisa menyejahterakan warga lokal tersebut ,” ungkapnya M Udin Sabtu (28/10/2023).

Ia mengungkapkan, selain keterlibatan warga lokal dalam pariwisata terdapat keluhan lain yang disampaikan. Seperti permasalahan infrastruktur, keterampilan warga lokal, dan kaitannya dengan regulalsi.

Ia mengungkapkan, akomodasi, keterampilan memandu, dan kerja sama, merupakan solusi utama menjawab persoalan pemberdayaan masyarakat Berau.

M Udin akan mengusulkan kepada Pemda untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur sebagai akomodasi masyarakat. Seperti hotel, homestay, dan resort.

Sepanjang bisa kreatif, menurut Udin, masyarakat lokal dapat menciptakan peluang usahanya sendiri, guna menyambut para wisatawan. Seperti jasa penginapan dan transportasi, menyediakan souvenir/oleh-oleh, kuliner dan lainnya.

Pun juga, legislator Kaltim tersebut menegaskan peningkatan kemampuan dan kualitas masyarakat lokal dalam berbahasa asing dan memahami budayanya sangat diperlukan. Sehingga masyarakat setempat dapat menjadi alternatif utama dalam memandu wisatawan.

“Ini akan meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan wisatawan. Masyarakat setempat bisa menjadi pemandu wisata yang profesional dan ramah, yang bisa memberikan informasi dan pengalaman yang menarik dan autentik kepada wisatawan,” pesannya.

Anggota dewan tersebut pun mengimbau masyarakat setempat, untuk saling bahu membahu dalam mengelola dan mengembangkan pariwisata di Berau. Dalam hal ini seperti, promosi, menjaga dan melestarikan destinasi wisatanya.

“Masyarakat bisa berpartisipasi dan berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam dan budaya Berau,” imbuhnya.

[ADV/AZ]

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *